Category: Residence

Residence

  • Agent Conference wih Cak Lontong 30 Agustus 2017

    Agent Conference wih Cak Lontong 30 Agustus 2017

    One Residence mengadakan Agent Conference nya yang ke 3 kali pada tanggal 30 Agustus 2017. Dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya, kali ini One Residence mengundang “Cak Lontong” dalam acara Agent Conference nya. Cak Lontong bersama dengan Mas Tatok sebagai rekan lawaknya, berhasil menghibur para hadirin yang hadir, yaitu para Principal Agent dan Sales Agent.

    Dalam kesempatan ini One Residence juga memperkenalkan tipe unit baru yang diberi nama The Garden House. Unit apartemen yang memiliki konsep 2 lantai, 3 kamar tidur, area living room yang luas, ceiling yang cukup tinggi ini memberikan suatu pilihan yang baru bagi para calon pembeli One Residence.

    Selain itu semua, terdapat juga satu keunikan yang dimiliki unit The Garden House ini, yaitu para penghuni The Garden House ini dapat menikmati pemandangan Vertical Garden dari halaman belakang balkon unit apartemen dan juga memiliki Private Access menuju area terrace The Garden House.

    Unit The Garden House yang ditawarkan sangat terbatas. Dengan keunikan tersendiri yang dimiliki oleh unit The Garden House ini dapat menjadi pilihan terbaik untuk para calon pembeli ataupun para investor yang ingin membeli Apartemen One Residence ini.

     

  • Ground Breaking One Residence 8 Agustus 2017

    Ground Breaking One Residence 8 Agustus 2017

    Pada tanggal 8 Agustus 2017, One Residence telah melakukan Ground Breaking Ceremony. Dengan dihadiri oleh jajaran Direksi The Paradise Group selaku Pengembang One Residence, yaitu: Bapak Karel Patipeilohy, Bapak Agus Sulistyo, Ibu Diana Solaiman, Bapak Taufik Lie, Bapak Djati Kesumo, Bapak Reagan Halim, Bapak Aljusran Akmal, dan Bapak Andreas Widatama Kurniawan.

    Ground Breaking Ceremony dilakukan pada pukul 10.00 WIB. Dibuka dengan pidato singkat oleh Bapak Reagan Halim selaku Chief Project Marketing dan kemudian pidato singkat oleh Bapak Agus Sulistyo selaku CEO The Paradise Gorup. Serta doa bersama dipimpin oleh Bapak Pendeta Erwin Widjaja.

    Ground Breaking Ceremony juga dihadiri oleh pihak Bank yang telah bekerjasama dengan One Residence untuk membantu proses pembayaran dengan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), yaitu: Bank CCBI, Bank BNI, Bank CIMB Niaga, dan Bank UOB. Serta juga turut hadir para Principal Agent Property di Kota Batam.

    Acara Ground Breaking Ceremony ini merupakan awal dari pembangunan One Residence yang direncanakan akan berlangsung selama kurang lebih 2 tahun dan akan serah terima pada Desember 2019.

     

     

  • One Home One Family One Residence with Rossa

    One Home One Family One Residence with Rossa

    Untuk memanjakan para konsumen, One Residence membuat sebuah acara dengan tema One Home, One Family, One Residence. Acara ini menghadirkan artis papan atas yaitu seorang DIVA Indonesia yang sudah cukup terkenal baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yaitu ROSSA. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 Mei 2017.

    Rossa dengan lagu – lagu Hitz nya sangat menghibur para konsumen dan para pengunjung yang hadir. Rossa juga semapt mengajak para penonton untuk bernyayi bersama dan membagikan doorprize.

    Para pengunjung yang hadir pun sangat antusias dengan acara ini. Terbukti dengan padat nya ruangan Ballroom HARRIS Hotel Batam Center ini.

      

      

     

  • One Residence mengadakan aksi donor darah

    One Residence mengadakan aksi donor darah

    One Residence melakukan acara sosial donor darah pada tanggal 23 Maret 2017. Aksi donor darah ini dilakukan di Marketing Gallery One Residence di HARRIS Hotel Batam Center.

    “Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka mengajak para warga Batam ikut serta dalam donor darah dan untuk membantu sesama yang membutuhkan. Mudah-mudahan acara ini dapat dilakukan rutin kedepannya, ujar Henbui – Sales Manager One Residence Batam”.

    Seperti yang kita ketahui One Residence merupakan salah satu apartemen dengan konsep private residence pertama di kota Batam. Dengan jumlah unit yang hanya 300 unit.

    One Residence akan menjadi Iconic Lifestyle Destination di kota Batam.

  • One Residence gandeng sejumlah mitra

    One Residence gandeng sejumlah mitra

    Batam.Tribunnews.com – Pengembang apartemen One Residence Batam Centre, PT Indonesia Paradise Property Tbk. (INPP) melalui anak perusahaan PT. Retzan Indonusa menandatangani kesepakatan sengan sejumlah mitra dalam memasarkan apartemen yang berkonsep private residence tersebut.

    Kesepakatan ditandatangani Selasa (21/3/2017) di Batam. Adapun mitra yang digandeng adalah Bank BNI, Bank UOB Indonesia, PT Bank China Construction Indonesia (CCB) dan PT Jones Lang LaSalle (JLL) selaku Building Management.

    Sejumlah bank yang digandeng ini sebagai kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan kredit pemilikan apartemen (KPA).

    Sebagai pengelola apartemen PT INPP juga menunjuk JLL untuk mengelola apartemen yang terletak di Batam Centre tersebut.

    Anthony Prabowo Susilo, Chief Operating Officer PT INPP mengaku gembira karena perusahaan properti terkemuka di Indonesia itu bisa menambah portofolio di Batam.

    Perusahaan ini akan menjadikan One Residence sebagai Iconic Lifestyle Destination di Kota Batam.

    One Residence, kata dia, akan menjadi apartemen mewah dan eksklusif di Kota Batam.

    “Untuk menjaga nilai eksklusif dari apartemen ini, kami berkomitmen hanya akan membangun satu tower saja untuk projek ini,” kata Anthony.

    Selain eksklusif, apartemen ini memang sudah didukung oleh fasilitas eksternal yang ada di sekitarnya.

    One Residence terletak bersebelahan dengan Harrris Hotel dan langsung berbatasan dengan laut.

    Karenanya, untuk menjaga One Residence sebagai hunian eksklusif, apartemen ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas internal yang bisa dinikmati penghuninya.

    “Apartemen One Residence memiliki konsep 8 Element of Quality Living yang tidak pernah ada sebelumnya di Kota Batam. Beberapa diantaranya adalah The Promenade, Infinite Seaview Swimming Pool, La Forêt Entrance serta Viewing Deck”, ujar Reagan Halim, Chief Project Marketing PT INPP.

    Reagan yakin, dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan serta lokasi bangunan yang premium, membuat One Residence menjadi pilihan utama sebagai tempat tinggal maupun investasi bagi para pemiliknya.

    “One Residence menawarkan kesempatan emas yang sayang dilewatkan begitu saja. Apartemen ini hanya 300 unit hunian saja,” katanya.

    One Residence akan menjadi investasi terbaik di Batam karena lokasinya.

    Terletak di antara Terminal Ferry Batam Centre dan Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam.

    Hanya satu menit menuju pusat perbelanjaan Mega Mall dan Alun Alun Engku Putri yang letaknya berseberangan dengan apartemen ini.

    Sehingga, dengan konsep seperti ini, One Residence memberikan akses yang mudah untuk mendapatkan kenyamanan hidup diperkotaan mualai dari belanja, hiburan dan jegiatan santai lain nya.

     

    http://batam.tribunnews.com/2017/03/21/berikan-kemudahan-pada-konsumen-one-residence-retzan-indonusa-gandeng-sejumlah-mitra

  • WNA Incar Properti Batam

    WNA Incar Properti Batam

    batampos.co.id – Industri properti di Batam diyakini akan tumbuh pesat sepanjang tahun 2017 ini. Sebab selain memiliki pangsa pasar dalam negeri, produk properti Batam juga sangat diminati warga negara asing atau WNA.

    Ketua DPD Real Estate Indonesia Khusus Batam, Djaja Roeslim, mengatakan posisi Batam yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia memang sangat menguntungkan sektor properti. Karena banyak WNA yang berminat membeli properti di Batam meskipun statusnya hanya hak pakai.

    “Kalau hak pakai itu hanya sekitar 30 tahun saja. Kemudian dia harus memperpanjangnya lagi 20 tahun ke depan dan kemudian bisa dimohonkan lagi 30 tahun lagi,” kata Djaja Roeslim, Senin (6/2).

    Selain karena tingginya permintaan, menurut Djaja, bisnis properti di Batam akan kembali bergairah menyusul terbitnya Perka BP Batam Nomor 1 Tahun 2017 tentang Tarif Layanan Lahan. Perka tersebut diakuinya menjadi kepastian hukum bagi para pengembang di Batam dalam menjalankan bisnisnya.

    Karena itulah, saat ini para pengembang (developer), baik lokal, nasional, bahkan dari luar negeri, berlomba membangun properti di Batam. Baik berupa rumah tapak (landed house) maupun rumah vertikal atau apartemen.

    Djaja menyebutkan, saat ini ada sekitar 400 ribu unit rumah tapak yang sudah dibangun di Batam. Dari jumlah itu, sekitar 60 persennya masuk kategori rumah sederhana dengan harga Rp 500 juta ke bawah. Kemudian sekitar 30 persennya masuk kategori rumah menengah dengan harga antara Rp 500 juta sampai Rp 2 miliar. Sedangkan 10 persen sisanya masuk klasifikasi rumah mewah dengan harga Rp 2 miliar ke atas.

    Sementara pembangunan aparteman juga terus tumbuh. REI Khusus Batam mencatat ada sekitar 50 ribu apartemen yang akan berdiri di kota ini.

    Senada dengan Djaja, John mengatakan lokasi Batam yang strategis menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen properti. Baik dari dalam maupun dari luar negeri.

    Karenanya, dia meminta pemerintah mendukung sektor properti ini melalui kebijakan-kebijakan yang memudahkan. Sebab selain properti menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat, pertumbuhan properti juga akan menggerakkan puluhan bisnis turunannya.

    “Yang penting proses perizinan dipermudah,” kata John.

    Sementara pengusaha properti, Werton Panggabean, juga mengakui bisnis properti di Batam mulai berangsur pulih.“Kondisi seperti ini sebenarnya harus diperhatikan. Ekonomi secara nasional harus dikuatkan,” katanya.

    Menurut Werton, industri properti di Batam bisa menjadi kekuatan ekonomi baru selain industri. Sebab saat ini sudah banyak pengembang papan atas dari dalam dan luar negeri yang mulai serius menggarap sektor ini.

    Source: Alfian LG-Lenny Julia – Batam Pos

  • Investasi Properti Batam Makin Menggiurkan

    Investasi Properti Batam Makin Menggiurkan

    RumahCom – Selang satu tahun pasca peresmian integrasi kawasan ekonomi regional Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 lalu, pertumbuhan bisnis di segitiga emas Batam–Singapura–Johor kian berlangsung pesat.

    Imbasnya, harga properti di kawasan ini pun merangkak naik. Kendati sama-sama naik, namun harga properti di Batam terbukti masih jauh lebih murah jika dibandingkan Singapura atau Johor. Selisihnya bisa mencapai 8–10 kali lipat, terutama untuk hunian apartemen.

    Batam sendiri masih menyediakan pilihan properti sektor residensial di bawah harga Rp1 Miliar. Inilah kondisi yang tidak mungkin konsumen temukan saat mencari hunian di Singapura atau Johor. Bahkan untuk sebuah flat apartemen tipe studio berukuran paling kecil sekalipun.

    Padahal, jarak antara Batam dengan Singapura hanya terpisah laut sepanjang 25 kilometer yang bisa ditempuh dengan kapal feri selama 30 menit. Sedangkan waktu tempuh antara Batam dengan Johor Bahru hanya membutuhkan 1,5 jam pelayaran.

    Tidak hanya itu, Johor Bahru ke Singapura pun bisa diakses dengan menumpangi bus selama 20 menit saja. Sehingga, pilihan untuk tinggal menetap atau memiliki investasi properti di Batam sangat menguntungkan.

    Source: Fathia Azkia – Rumah.com

  • A place called home by the sea

    A place called home by the sea

    Premium residence with a touch of the sky and a taste of the ocean. Batam’s most valuable investment set on an unparalleled location, offering you the ultimate opportunity of a lifetime.

    Product Briefing
    Date: 13 February 2017
    Location: Harris Hotel Batam Center
    Time: 2PM

    Sales Starts
    Date: 18 March 2017
    Location: Harris Hotel Batam Center
    Time: 10AM

  • Kepemilikan Asing Dipermudah, Harga Properti di Batam Diprediksi Akan Melonjak

    Kepemilikan Asing Dipermudah, Harga Properti di Batam Diprediksi Akan Melonjak

    Sebelumnya, Dewan Kawasan (DK) Batam terus merumuskan regulasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam. Di antaranya menyangkut aturan yang memudahkan warga negara asing (WNA) untuk memiliki properti di dalam negeri.

    “Ini sangat bagus untuk properti di Batam. Ini memang harus didorong. Tetapi kan belum ada peraturan atau undang-undangnya,” kata Djaja Roeslim, Ketua DPD Real Estate Indonesia Khusus Batam, beberapa waktu lalu.

    Menurut Djaja, selama ini memang banyak orang asing yang sudah memiliki rumah di Batam. Tetapi, orang asing tersebut harus tinggal di Batam dan harus ada manfaatnya untuk Batam.

    “Itu diatur dalam PP Nomor 103/2015. Jadi kalau DK merumuskan seperti ini, maka sangat bagus,” katanya. Memang, dalam rumusan yang dibuat DK Batam, ada beberapa fasilitas dan kemudahan yang diusulkan untuk pemilikan properti bagi orang asing. Disebutkan di sana bahwa orang asing atau badan usaha asing dapat memiliki hunian atau properti di KEK (rumah tapak atau satuan rumah susun). Kemudian, disebutkan juga pemilik hunian atau properti diberikan izin tinggal dengan badan pengelola KEK sebagai penjamin.

    “Bila pemerintah benar-benar memberikan kemudahan untuk kepemilikan hunian oleh asing, maka industri properti di Batam akan terus bergairah,” katanya. Menurutnya, ini juga akan berpengaruh terhadap investor yang akan masuk ke Batam. Mereka sudah bisa bebas untuk beli rumah di Batam, mengingat di negara tetangga harga properti sangat mahal. “Bahkan selama ini kami berharap WNA yang memiliki visa kunjungan bisa membeli dan memiliki properti di Batam,” katanya.

    Tetapi di sisi lain, dengan pemberlakuan KEK ini, maka harga properti di Batam diprediksi akan melonjak. Menurut Djaja, KEK ini nantinya hanya akan berlaku untuk kawasan industri. Permukiman pelan-pelan akan sama seperti permukiman di luar Batam. Padahal sebagian besar material untuk properti didatangkan dari luar negeri.

    Source: Alfian LG-Lenny Julia – Batam Pos

  • Properti Singapura Lesu, Batam bisa Jadi Alternatif

    Properti Singapura Lesu, Batam bisa Jadi Alternatif

    Jakarta – Survei Urban Land Institute menyatakan bahwa posisi Singapura pada jajaran pasar properti paling menarik di Asia merosot tajam ke peringkat 21 dari posisi teratas pada tahun 2011-2012. Hal ini menjadi peluang bagi industri properti Batam untuk merebut posisi tersebut.

    “Kondisi ini menjadi peluang untuk mengemas properti di Batam lebih menarik sebagai investasi maupun hunian. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun selalu diatas 7 persen, atau di atas rata-rata nasional, kami meyakini properti Batam akan terus tumbuh,” ujar AVP Strategic Marketing Residential salah satu perusahan properti, Agung Wirajaya, di Jakarta, Kamis (2/2)

    Menurut Agung, berbeda dengan properti di Singapura yang sedang lesu, properti di Batam justru prospeknya sangat baik. Selain harga properti di Batam masih jauh lebih murah dibandingkan di Singapura, juga karena berbagai kebijakan pemerintah Indonesia yang pro properti.

    Pemerintah pusat sendiri sejak pertengahan 2016 telah memberikan sinyal akan mengubah status istimewa Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dengan berlakunya status pasar bebas regional Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak akhir 2015 lalu, maka status FTZ Batam dipandang sudah tidak relevan lagi. Namun, Batam akan tetap menjadi wilayah istimewa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan industri, dengan status baru sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

    Dalam status baru ini, yang sedang disusun undang-undangnya, Batam akan lebih membebaskan arus investasi masuk dan menjadikan Batam sebagai wilayah suaka pajak (Tax Heaven). Orang asing kemungkinan juga akan dipermudah untuk memiliki dan membeli properti di Batam dan propertinya bisa dijadikan sebagai jaminan usaha.

    Dengan perubahan status itu, Batam diperkirakan akan mengalami booming permintaan properti di tahun 2017 ini terutama untuk hunian tapak, perkantoran, dan apartemen. Sehingga, wajar saja jika hampir semua pengembang besar telah mulai berlomba menancapkan kuku di Batam.

    Source: Euis Rita Hartati/ERH – Investor daily